Pengambilan Gambar dengan Teknik Blurring

Bab 16

Pengambilan Gambar dengan Teknik Blurring

 

Teknik Blurring

Salah satu cara paling efektif memberi kesan bergerak pada sebuah fot adalah denngan membiarkan subjek menjadi blur. Untuk memotret subjek yang bergerak menjadi blur diperlukan kecepatan rana rendah. Kecepatan rana (shutter) yang diperlukan tergantung pada beberapa factor. Kecepatan subjek yang bergerak menjadi pertimbangan yang utama. Sebuah benda yang bergerak melaju kencang mungkin akan menjadi blur pada exposure dengan kecepatan rana (shutter) 1/500 detik.

Factor penting lainnya adalah sudut pandang dari arah mana dilakukannya pemotretan dan jarak dari subjek pemotretan. Subjek yang bergerak melintas dari samping akan menjadi blur lebih cepat dibandingkan dengan subjek yang bergerak menjauh atau mendekati pemotret secara frontal.

(http://dieephotograph.blog.uns.ac.id/2009/04/20/teknik-blurring/)

 

  1. Mengenal Teknik Blurring

Blurring merupakan istilah dalam bahasa inggris yang diserap dari kata blur. Blur berarti kurang jelas, kabur, dan objek terlihat samar. Dalam dunia fotografi, blur artinya objek gambar tidak focus yang terjadi akibat pengaturan tertentu. Jarak pengambilan objek yang tidak tepat juga menjadi factor penyebab gambar menjadi blur. Namun secara teknis gambar blur maksudnya gambar yang kerapatan piksel yang membentuknya rendah. Dengan kata lain, resolusi gambar blur rendah.

Apakah gambar blur dengan gambar transparan sama? Transparan berarti tembus padang. Sebagai contontoh kaca. Kita dapat melihat dengan jelas benda yang ada dibalik kaca tanpa adanya perubahan bentuk benda. Dalam dunia fotografi, sebuah gambar yang transparan akan tembus pandang terhadap objek belakangnya.

Terdapan dua factor yang mendukung bentuk blur. Adapun factor tersebut antara lain:

  1. Depth of Field (DOF)

Dept of Field artinya ruang ketajaman. Ruang ketajaman mempengaruhi terjadinya blur pada beckground foto. DOF menjelaskan seberaa luas area yang tajam dan area yang tidak tajam pada sebuah gambar. DOF terbagi menjadi dua yaitu DOF Lebar dan DOF sempit. Keduanya mengarah pada luas dan sempitnya area yang tajam pada gambar.

Ketika area yang tajam lebih luas dibandingkan area yang blur, maka dikatakan sebagai DOF lebar, begitu pun sebaliknya, ketika area yang tajam lebih sempit dibandingkan area yang blur disebut dengan DOF sempit. Contoh gambar DOF lebar adalah ketika kita mengambil gambar menggunakan kamera ponsel. Pada umumnya foto yang dihasilkan semua bagian gambar Nampak jelas bahkan tidak ada satu bagian pun dari gambar tersebut mengalami blur.

Factor utama yang mempengaruhi DOF ini adalah bukaan lensa (aperture atau diafragma). Sehingga untuk mengetahui seberapa luas area tajam pada gambar tergantung dari penggunaan aperture atau diafragma lensa. Aturan dalam hal ini yaitu semakin lebar bukaan aperture yang digunakan maka semakin sempit area tajam pada gambar.

  1. Pengaruh Lensa

Lensa yang digunakan dalam pengambilan gambar berperan penting karena menentukan hasil dengan background yang blur. Lensa dengan focal length terpanjang dapat memaksimalkan hasil blur. Lensa yang banyak digunakan untuk membuat latar blur adalah lensa fix 50mm dan lensa zoom tele. Jika menggunakan zoom wide (lebar) yang umumnya memiliki tentang focal pendek maka hasil blurnya tidak se-ekstrem (sangat blur) dari lesna tersebut.

  1. Cara Melakukan Teknik Blurring

Terkadang pada saat menginginkan hasil foto yang focus jelas, tetapi hasil yang diperoleh justru foto blur. Tetapi, jika disengaja dibuat foto blur hasilnya justru foto yang bagus. Kedua hal tersebut sering terjadi dan dialai oleh seseorang yang belum paham teknik blur. Untuk membuat teknik bluring, terdapat beberapa tips yang dapat membantu menghasilkan foto yang bagus antara lain:

  1. Pilih mode Manual atau aperture priority
  2. Pilih setting aperture sebesar mungkin
  3. Atur jarak ketika memotret, yaitu jarak di depan dan di belakang objek yang difoto
  4. Jauhkan jarak antara objek dan backgroundnya
  5. Usahakan menggunakan lensa dengan aperture yang besar
  6. Gunakan focal lengt lensa yang terpanjang, misalnya 55-200m, maka gunakan yang 200mm.
  7. Jika ada, gunakan lensa prime atau fixed lens, lensa yang tidak bisa di zoom untuk mendaptkan pola blur yang baik.

Fungsi dari aperture adlah untuk mengontrol seberapa banyak cahaya yang masuk ke sensor kamera akan terbuka. Dan settingan aperture yang menentukan seberapa besar lubang itu terbuka. Semakin besar terbuka, maka semakin banyak cahaya yang masuk akan dibaca oleh sensor kamera.

Lalu, bagaimanakah cara melakukan teknik blurring menggunakan kamera digital? Berikut adalah langkah melakukan teknik blurring dengan menggunakan kamera digial model kamera saku (pocket camera):

  1. Gunakan pilihan aperture priority (jika ada gunakan mode portrait).
  2. Matikan lampuflash. Jika cahaya sangat minim maka gunakan tripod.
  3. Tentukan objek foto yang akan diambil. Pilihlah objek yang memiliki kontras warna yang cukup antara objek utama dan background
  4. Atur jarak objek dan background. Usahakan jangan terlalu dekat, tetapi jika jarak background kurang jauh maka semua terlihat tajam difoto sehingga hasilnya tidak blur.
  5. Carilah background dengan warna yang terang dan mencolok.
  6. Saat memotret, dekatkan kamera dengan objek utama yang akan difoto.

(https://www.scribd.com/document/30006971/Teknik-Blurring-dalam-fotografi-docx)

 

Leave a Comment

Your email address will not be published.