Evaluasi dan Membuat Laporan Karya Seni Fotografi

BAB 19

A. Memahami Pentingnya Evaluasi

Pernahkah kamu menghadiri rapat evaluasi?,  kapan rapat evaluasi dilakukan? evaluasi diartikan sebagai proses menilai sesuatu yang didasarkan pada kreteria atau tujuan yang telah ditetapkan, yang selanjutnya diikuti dengan pengambilan keputusan atas objek  yang dievaluasi. Evaluasi dilakukan ketika berakhirnya suatu acara yang diadakan.

Keberhasilan suatu acara yang diadakan dapat diketahui dengan adanya rapat evaluasi. Dalam rapat ini, semua panitia khususnya setiap jabatan mengungkapkan pendapatnya atas acara yang telah terlaksana. Untuk mengetahui keberhasilan, setiap acara menetapkan kreteria tersendiri. Sebagai contoh, panitia menyelenggarakan pameran fotografi menyebut keberhasilannya acara pameran jika total pengunjung pameran berkisar antara 200 sampai 500 orang. Kreteria penetapan keberhasilan acara tidak ada ketentuan khusus, hanya disesuaikan dengan besar kecilnya acara serta kesepakatan panitia.

Sebuah acara dikatakan berhasil jika tujuan acara tercapai dengan baik. selain itu, proses berlangsung acara mulai dari awal hingga akhir juga sesuai dengan perencanaan awal. Apabila tidak berjalan sesuai dengan rencana, haruslah mencari dan mengetahui penyebabnya. Setelah itu, barulah menetapkan keputusan atau langkah apa yang selanjutnya diambil. Hasil dari kegiatan evaluasi adalah bersifat kualitatif.

Proses evaluasi terdiri dari beberapa tahapan. Adapun tahapannya antara lain sebagai berikut:

  1. Menentukan Apa yang akan Dievaluasi
    Dalam bidang apapun, apa saja yang dapat dievaluasi, dan dapat mengacu pada suatu program kerja. Di sana banyak terdapat aspek-aspek yang dapat dan perlu dievaluasi. Tetapi, pada umumnya yang diprioritaskan untuk dievaluasi adalah hal-hal yang dapat menjadi kunci suksesnya suatu kegiatan
  2. Merancang (Desain) Kegiatan Evaluasi
    Sebelum evaluasi dilakukan, harus ditentukan terlebih dahulu desain evaluasinya agar data apa saja yang dibutuhkan, tahapan-tahapan kerja apa saja yang dilalui, siapa saja yang akan dilibatkan, serta apa saja yang akan dihasilkan menjadi jelas.

  3. Mengumpulkan Data

Berdasarkan desain yang telah disiapkan, pengumpulan data dapat dilakukan secara efektif dan efisien, yaitu sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku dan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan.

  1. Pengolahan dan Analisis DataSetelah data terkumpul, data tersebut diolah untuk dikelompokkan agar mudah dianalisis dengan menggunakan alat-alat analisis yang sesuai, sehingga dapat menghasilkan fakta yang dapat dipercaya. Selanjutnya, dibandingkan antara fakta dan harapan pada rencana awal.
  2. Pelaporan Hasil Evaluasi
    Agar hasil evaluasi dapat dimanfaatkan bagi pihak-pihak yang berkepentingan, hendaknya hasil evaluasi didokumentasikan secara tertulis(http://pengertianahli.id/2014/03/pengertian-evaluasi-apa-itu-evaluasi.html).

B. Membuat Laporan Karya Seni Fotografi

Setalah kegiatan (pameran fotografi) selesai dilakukan, maka selanjutnya melaksanakan rapat evaluasi dan membubarkan panitia. Rapat ini membahas hasil pameran dan evaluasi acara yang telah dilaksanakan. dalam rapat ini akan menilai tentang keberhasilan pameran dan kekurangan-kekurangannya. selain itu, juga dibahas mengenai kesulitan dan tindakan yang langsung dilaksanakan ketika menghadapi kesulitan yang muncul.

Setiap bagian hasil evaluasi dicatat dengan detai, karena hasil evaluasi akan berguna dalam pelaksanaan pameran berikutnya. Selain membahas evaluasi, rapat ini juga membicarakan tentang laporan panitia dan seksi-seksi berkaitan dengan tanggung  jawabnya masing-masing. Setelah semuanya dibahas dan dievaluasi dengan membandingkan hasill pameran dengan perencaaan awal, serta mendapatkan keputusan keberhasilan acara maka panitia dapat dibubaran. Meskipun begitu, tugas seorang sekretaris bertanggungjawab membuat laporan pertanggungjawaban ( dalam hal ini dimaksudkan laporan karya seni fotografi) yang nantinya dilaporkan kepada atasan yang berwenang (kepala sekolah) sekaligus menjadi acuan untuk kegiatan pameran fotografi yang diadakan di waktu selanjutnya.

Penulisan laporan sebaiknya disusun secara lengkap meliputi sebagai berikut.

1.  Bab I: Pendahuluan

Pendahuluan memuat tentang

  1. Latar belakang
  2. Nama kegiatan
  3. Maksud dan tujuan

2. Bab II: Rencana Pelaksanaan Kegiatan

Pada bab inni berisi bagian yang menjelaskan apa saja yang akan direncanakan dalam mengadakan kegiatan tersebut (pameran). Rencana tersebut dapat berupa waktu, target peserta, target pengunjung, fasilitas, dan lain-lain. Pada babini juga dijelaskan agenda kegiatan, rencana anggaran, dan susunan kepanitiaan

3.   Bab III: Pelaksanaan Kegiatan

Bab ini hamper sama dengan bab II, namun bedanya adalah jika bab II adalah perencanaan, bab ini lebih ke arah rencana yang telah dilaksanakan

4.   Bab IV: Evaluasi dan Hasil Pelaksana

Dalam bab ini berisi hasil pelaksanaan kegiatan misalnya apa saja yang membuat kegiatan sukses dan apa saja penghambat kegiatan, serta bagaimana secara umum kesimulan dari pelaksanaan dan apa saja yang harus di evaluasi kedepannya.

Selain itu, juga memuat tentang factor apa saja yang menghambat dan mendukung pelaksanaan kegiatan. Lalu sub-bab hasil pelaksanaan kegiatan berisi evaluasi dan kesimpulan yang didapat dalam kegiatan.

5.  Bab V: Penutup

Pada bab terakhir ini berikan kata-kata penutup, biasanya berisika ucapan terima kasih dan mohon maaf kepada segenap pendukung kegiatan atas kekurangan pelaksanaan.

6.  Lampiran

Setelah bab penutup, selanjutnya melampirkan semua dokumen-dokumen penting bagi penerima laporan pertanggungjawaban (LPJ). Lampiran biasanya berupa foto kegiatan, bukti pembayaran/struk pembayaran dan lain-lain.

(http://www.mpssoft.co.id/blog/profesi/coterbaik/ntoh-laporan-pertanggungjawaban-lpj-kegiatan-terbaik/)

Leave a Comment

Your email address will not be published.